Kepercayaan Kapitayan termasuk dalam kategori Nihlah, ada
bekasnya tetapi tidak lagi diketahui siapa pembawanya dan ritual
keagamaannya. meskipun demikian, berbagai hikmah yang ada di dalamnya
patut kita ambil dan perlu kita selamatkan, sehingga keberagamaan kita
berakar kuat dan memiliki pijakan historis. Menurut ahlusunnah
waljamaah, agama di kategorikan secara proporsional, yakni Ad-din, millah dan nihlah. kepercayaan Kapitayan ini masuk kedalam kategori Nihlah. Demikian KH Said Aqil Siradj memberikan sedikit gambaran tentang isi buku ini dalam kata pengantarnya. Dan kini bisa anda baca di Rumah Baca Mawar
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label buku. Tampilkan semua postingan
Minggu, 07 Juli 2013
Atlas Wali Songo
Kepercayaan Kapitayan termasuk dalam kategori Nihlah, ada
bekasnya tetapi tidak lagi diketahui siapa pembawanya dan ritual
keagamaannya. meskipun demikian, berbagai hikmah yang ada di dalamnya
patut kita ambil dan perlu kita selamatkan, sehingga keberagamaan kita
berakar kuat dan memiliki pijakan historis. Menurut ahlusunnah
waljamaah, agama di kategorikan secara proporsional, yakni Ad-din, millah dan nihlah. kepercayaan Kapitayan ini masuk kedalam kategori Nihlah. Demikian KH Said Aqil Siradj memberikan sedikit gambaran tentang isi buku ini dalam kata pengantarnya. Dan kini bisa anda baca di Rumah Baca Mawar
Tak Sempurna

Novel yang bercerita tentang dunia pendidikan di suatu
kota-yang-tak-disebutkan-namanya di Indonesia. Kami lebih senang menyebutnya Gotham-nya
Indonesia. Suatu kota di mana anak-anak dibesarkan di tengah keluarga yang tak
memberikan kasih sayang, kehidupan bermasyarakat yang tak memberi harapan, dan
kehidupan bernegara yang tak menjanjikan apa-apa kecuali perang-perang politik
kepentingan memuakkan. Di kota semacam itu, sulit sekali menemukan contoh dan
teladan yang baik, sekalipun dari kalangan tokoh-tokoh agama. Di kota itulah
sekolah menjadi sekadar tempat “penitipan anak” bagi orangtua yang sibuk atau
“tempat pembuangan anak” bagi orangtua yang tak peduli pada mereka. Juga ajang
adu gengsi. Sementara itu, di tengah semua kekacauan sistem pendidikan,
rekrutmen tenaga pengajar yang penuh kecurangan, dan kurikulum pendidikan yang
berantakan, anak-anak ini masih ditekan dengan beban pelajaran yang kelebihan
muatan, tugas-tugas, les panjang persiapan ujian, try out, ujian
nasional, dan seterusnya. Dan kini bisa di baca di Rumah Baca Mawar
Rabu, 06 Februari 2013
BUKU: Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari; Moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan
Judul : Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari; Moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan
Penulis : Zuhairi Misrawi
Penerbit : Kompas
Cetakan : I, Januari 2010
Tebal: xxx+374 hlm
Penulis : Zuhairi Misrawi
Penerbit : Kompas
Cetakan : I, Januari 2010
Tebal: xxx+374 hlm
Buku berjudul Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari;
Moderasi, Keumatan, dan Kebangsaan, karya Zuhairi Misrawi, salah satu
intelektual muda NU, mengulas secara cukup komprehensif sosok Kyai Hasyim dari
sisi pemikirannya yang moderat, serta komitmennya terhadap keumatan dan
kebangsaan. Sosok Kyai kharismatik dan asketis yang merasa dirinya tetap
sebagai bagian dari umat (Islam) sekaligus sebagai bagian dari anak bangsa Indonesia.
Berjuang melalui pemikiran keagamaan di lingkungan pesantren dan masyarakat
pedesaan serta melakukan aksi nyata mengangkat senjata melawan penjajah demi
membela tanah air Indonesia.dan buku ini bisa di baca di Rumah Baca Mawar
Selasa, 05 Februari 2013
Buku : Hidup Berawal dari Mimpi
Novel
musical itu kata yang tepat untuk biku yang satu ini, lirik lagu yang di
bawakan oleh Bondan and feat 2 black, di kemas menjadi satu cerita yang apik
dengan gambar ilustrasi fotografi untuk mendukung cerita pada buku ini, tentang
cinta, kehidupan, motivasi, persahabatan sampai kegalauan yang terjadi pada para pecinta.
Dan buku ini sudah ada di Rumah Baca Mawa.
Selasa, 06 Maret 2012
Senin, 13 Februari 2012
Sudah ada di RMB

Karya A fuad, setelah karya pertamanya Negri 5 menara.
Ranah 3 Warna adalah hikayat bagaimana impian tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup terus digelung nestapa. Tuhan bersama orang yang sabar, memang novel ini sekilas tampak seperti novel religi, tetapi sangat informatif, diskriptif sehingga pembaca dapat membayangkan kondisi penulis saat itu. dan novel ini juga mengandung muatan etika komonikasi antar manusia, bangsa, adat dan budaya, selain itu juga mengajarkan kita mempertahankan eksistensi pembaca sebagai manusia, yaitu berusaha, bekerja, dan berdoa..manjadda wajada man shobara zha fira
Jumat, 03 Februari 2012
Available @ RMB
Warisan Pemikiran K.H. Abdurrahman Wahid
Banyak orang melihat Gus Dur sebagai misteri, sebagai sosok
manusia yang tak terjangkau rasionalitas. Adanya pandangan ini sesungguhnya
merupakan cerminan dari kenyataan bahwa tak mudah bagi setiap orang untuk dapat
memahami Gus Dur, tokoh yang memiliki wilayah jelajah pemikiran yang teramat
luas, kompleks, dan multidimensional.
Kumpulan tulisan ini diterbitkan kembali untuk mengenang
jasa-jasa Gus Dur, sang guru bangsa. Selama hidup, dalam kiprah sosial dan
politiknya Gus Dur dikenal sebagai tokoh kontroversial. Apakah karakter
kontrovesial itu juga terefleksikan dalam pemikiran-pemikirannya? Jawabannya
bisa diperoleh setelah Anda membaca buku ini.
Koleksi Buku RBM
"Demokrasi itu
harga mati.
Demokrasi itu kebenaran sejati.
Demokrasi itu la roiba fi h, tak ada keraguan padanya."
Dengan pandangan yang jernih, Cak Nun mengulas masalah
demokrasi dinegeri kita. Demokrasi itu bak ”perawan”, yang merdeka dan
memerdekakan. Watak utama demokrasi adalah ”mempersilakan”. Tidak punya konsep
menolak, menyingkirkan, atau membuang. Semua makhluk penghuni kehidupan berhak
hidup bersama ”si perawan” yang bernama demokrasi, bahkan berhak memperkosanya:
yang melarang memperkosa bukan si perawan itu sendiri, melainkan ”sahabat”-nya
yang bernama moral dan hukum.
Di mata Cak Nun, berbagai persoalan apa saja
menjadi sangat menarik. Dengan rasa nasionalisme yang tinggi mengulas masalah
pemilihan presiden, golput, paguyuban ahli surga, bahkan menyentil negeri kita
layaknya Gatotkaca gagah perkasa tetapi menderita sakit lupus. Dan yang tak
kalah penting, bagaimana soal Islam Indonesia yang bersikap ”look up” kepada
Koleksi Buku RBM
Judul : Jilbab Pakaian Wanita Muslimah
M. Quraish Shihab berusaha
membentangkan aneka pendapat, baik pandangan ulama terdahulu yang terkesan
ketat, maupun cendekiawan kontemporer yang dinilai longgar mengenai jilbab.
Penulis menghidangkan dalil dan argumentasi masing-masing pendapat seobjektif
mungkin, sesuai nalar dan pertimbangan penulis, dengan harapan kita dapat
memahami jalan pikiran semua pihak, dan tidak saling mengkafirkan dan
tuduh-menuduh antar kita. Yang terpenting, buku ini mengungkapkan hal-hal yang
perlu anda perhatikan agar pakaian dan tingkah laku anda tidak bertentangan
dengan nilai-nilai dan ajaran Islam.
Kerajaan Indonesia
Sudah tersedia di RBM
Cak Nun adalah sosok yang memiliki pandangan, pendekatan,
dan analisis yang khas terhadap pelbagai macam persoalan yang ada di
masyarakat. Mulai dari masalah sosial, politik, kesenian, hingga persoalan
keagamaan. Itu sebabnya, media kerap memintanya menuturkan
pandangan-pandangannya seputar isu-isu aktual yang tengah hangat.
Buku ini merupakan himpunan wawancara Cak Nun oleh
sejumlah media. Di dalamnya terdapat topik-topik konseptual seperti
relegiusitas, sekularisme, politik nasional, politik Islam, hingga soal-soal
aktual seperti Islam Yes Parpol Islam Yes, ekspresi kebudayaan umat Islam, dan
lain sebagainya. Termasuk juga ada wawancara tentang Padhang Mbulan, sebuah
forum pengajian yang hingga saat ini sudah 14-an tahunan diampunya. Sebuah
forum yang menjadi "mbarep"-nya forum sejenis di empat kota lainnya:
(Mocopat Syafaat di Yogyakarta, Kenduri Cinta di Jakarta, Gambang Syafaat di
Semarang, dan Bangbang Wetan di Surabaya)Selasa, 10 Januari 2012
Esensi Sastra
Pengujung Tahun Masehi
Sudah
tahu hidup sementara
mengapa
manusia masih sulit di kata
sudah
tahu hidup sementara
tapi
masih ada saja yang ngefans dengan angkara
murka
tahun
baru
tapi umur bumi semakin merunduk
kapan waktu kita untuk tertunduk
berlutut kepada sang kholiq
ahh....
cukup
..
aku
tak kuat memikirnya
di kutip dari buku Menjemput Kesedihan
oleh AKSI
oleh AKSI
Surabaya,
29 desember 2009
![]() |
| diperankan oleh model |
Langganan:
Postingan (Atom)










